SERANG – DPRD Kota Serang menggelar Rapat Paripurna memperingati Hari Jadi ke-19 Kota Serang di Ruang Paripurna DPRD Kota Serang, Senin (10/8/2026).
Rapat Paripurna HUT ke-19 Kota Serang dihadiri Wali Kota Serang Budi Rustandi, Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia, Sekretaris Daerah Kota Serang Nanang Saefudin, Gubernur Banten Andra Soni, jajaran kepala OPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, unsur Forkopimda, Ketua DPRD Banten Fahmi Hakim, serta tamu undangan lainnya.
Sebelum memasuki ruang rapat, rombongan kepala daerah dan tamu undangan disambut dengan pertunjukan tari.
Momentum hari jadi tersebut menjadi ruang evaluasi terhadap perjalanan pembangunan Kota Serang sekaligus menyusun arah kebijakan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Ketua DPRD Kota Serang Muji Rohman menilai pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kota Serang mulai menunjukkan hasil dan dirasakan masyarakat.
Namun, ia menegaskan masih terdapat pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama terkait pemerataan pembangunan di enam kecamatan.
Enam kecamatan tersebut yakni Kecamatan Kasemen, Serang, Walantaka, Cipocok Jaya, Taktakan, dan Curug.
“Memang Kota Serang ini kalau pembangunan sudah nampak, artinya terasa. Tapi di satu sisi, DPRD sudah menyampaikan kepada Pak Wali Kota dan Wakil Wali Kota agar pembangunan ini merata. Merata itu artinya di enam kecamatan terasa juga,” ujar Muji usai Rapat Paripurna HUT ke-19 Kota Serang.
Menurut Muji, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu sektor yang perlu terus didorong. Ia berharap program pemerintah tidak hanya terkonsentrasi di kawasan tertentu, tetapi dapat menjangkau seluruh wilayah Kota Serang.
Pendidikan Jadi Sorotan DPRD Kota Serang
Selain infrastruktur, DPRD Kota Serang turut menyoroti sektor pendidikan.
Muji mengapresiasi langkah Pemkot Serang menghadirkan program seragam sekolah gratis bagi peserta didik. Program tersebut dinilai sebagai salah satu terobosan untuk membantu masyarakat.
Meski demikian, pelaksanaannya tetap perlu dievaluasi. DPRD masih menerima laporan masyarakat mengenai dugaan praktik jual beli seragam sekolah.
“Kalau pendidikan sudah ada terobosan dari Pak Wali Kota mengenai seragam gratis. Walaupun pada prinsipnya sekarang banyak juga aduan-aduan ke kami,” kata Muji.
Ia menyebut Pemkot Serang sebelumnya telah menerbitkan surat edaran yang melarang praktik jual beli seragam di sekolah.
Namun, laporan terkait dugaan pelanggaran aturan tersebut masih diterima DPRD.
“Ternyata sudah dibuat surat edaran dari Pemerintah Kota Serang, tidak boleh adanya menjualbelikan seragam, tapi tetap saja ada juga laporan yang terjadi,” ujarnya.
Karena itu, DPRD mendorong pemerintah melakukan pengawasan dan evaluasi agar program seragam gratis benar-benar memberikan manfaat sesuai tujuan awal.
Layanan BPJS Kesehatan Diminta Jadi Prioritas
Sektor kesehatan juga menjadi perhatian DPRD dalam evaluasi pembangunan Kota Serang.
Muji meminta Pemkot Serang memperkuat kepesertaan dan pelayanan BPJS Kesehatan. Menurutnya, cakupan kepesertaan BPJS di Kota Serang masih perlu ditingkatkan agar masyarakat lebih mudah memperoleh layanan kesehatan.
“Dari segi kesehatan memang Kota Serang ini harus berpikir betul-betul karena Kota Serang sampai saat ini dari BPJS memang masih kekurangan jauh dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat,” tuturnya.
Ia berharap kepesertaan BPJS Kesehatan dapat menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.
“Kami pengennya, seyogyanya BPJS ini di Kota Serang sudah bisa prioritas. Jadi, apabila saudara-saudara saya, rekan-rekan saya daftar di BPJS itu langsung aktif,” kata Muji.
Menurutnya, pemerataan pembangunan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat.
“Harapan saya tahun depan itu program-program Pak Wali Kota, terutama infrastruktur, itu merata. Kemudian pendidikan harus ada evaluasi,” tegasnya.
HUT ke-19 Jadi Momentum Evaluasi Pembangunan
Dalam sambutannya, Wali Kota Serang Budi Rustandi mengatakan peringatan hari jadi ke-19 harus menjadi momentum untuk melakukan refleksi sekaligus mendorong perubahan di Kota Serang.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan semangat “madani, maju, dan berbudi” sebagai gerakan bersama dalam membangun daerah.
Menurut Budi, konsep madani menekankan nilai kemanusiaan, keharmonisan, dan toleransi. Sementara maju berarti mendorong inovasi, meningkatkan daya saing, mempercepat pembangunan, serta memperbaiki kualitas pelayanan publik.
Adapun berbudi dimaknai sebagai pembangunan yang dilandasi integritas, kepedulian sosial, dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Peringatan hari jadi ini bukan sekadar rutinitas seremonial tahunan, melainkan momentum penting untuk merefleksikan apa yang telah kita capai, mengevaluasi tantangan yang ada, dan meneguhkan komitmen untuk melangkah lebih baik di masa depan,” ujar Budi.
Infrastruktur hingga Alun-alun Kota Serang
Budi mengatakan Pemkot Serang terus berupaya memperbaiki kualitas pembangunan di tengah tantangan keterbatasan fiskal dan dinamika perekonomian nasional.
Sejumlah sektor infrastruktur menjadi perhatian, mulai dari peningkatan kualitas jalan, penanganan persampahan, perbaikan drainase, hingga revitalisasi ruang publik.
Penataan Alun-alun Kota Serang menjadi salah satu proyek strategis yang mulai direalisasikan pemerintah daerah.
Penataan tersebut diharapkan dapat menghadirkan ruang publik yang lebih nyaman sekaligus menjadi salah satu ikon baru Kota Serang sebagai ibu kota Provinsi Banten.
Budi juga menegaskan komitmen pemerintahannya untuk membangun tata kelola pemerintahan yang profesional, bersih, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Banten dalam mendorong berbagai program strategis di Kota Serang. (ADV)
