kanalpublik.idkanalpublik.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • REGIONAL
    • NASIONAL
  • POLITIK
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • BISNIS
  • ARTIKEL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • PERISTIWA
Reading: Harus Tahu! Ini Sejarah dan Asal Usul Nama Serang Banten
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
kanalpublik.idkanalpublik.id
  • BERANDA
  • NEWS
  • POLITIK
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • BISNIS
  • ARTIKEL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • PERISTIWA
  • BERANDA
  • NEWS
    • REGIONAL
    • NASIONAL
  • POLITIK
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • BISNIS
  • ARTIKEL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • PERISTIWA
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 Kanal Publik - All Rights Reserved.
Regional

Harus Tahu! Ini Sejarah dan Asal Usul Nama Serang Banten

Redaksi
Published: Januari 6, 2026
Share
3 Min Read
Nama Serang bukan sekadar penanda wilayah administratif di Provinsi Banten. Di balik nama tersebut, tersimpan sejarah panjang yang berkaitan erat dengan perkembangan pertanian, pemukiman, hingga kebijakan pemerintahan pada masa Kesultanan Banten dan kolonial Belanda
SHARE
- Advertisement -

KANAL PUBLIK – Nama Serang bukan sekadar penanda wilayah administratif di Provinsi Banten. Di balik nama tersebut, tersimpan sejarah panjang yang berkaitan erat dengan perkembangan pertanian, pemukiman, hingga kebijakan pemerintahan pada masa Kesultanan Banten dan kolonial Belanda. Tak heran, asal-usul nama Serang kerap menarik perhatian masyarakat yang ingin mengenal lebih dalam identitas daerahnya.

Sejumlah sumber sejarah, termasuk catatan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mencatat bahwa asal kata “Serang” memiliki lebih dari satu penafsiran. Setiap pendapat lahir dari konteks sosial dan geografis yang berbeda, namun sama-sama menggambarkan kondisi wilayah Serang pada masa lampau.

- Advertisement -
Ad image

Pendapat pertama menyebutkan bahwa kata “serang” berasal dari bahasa Sunda yang berarti sawah. Penafsiran ini berkaitan erat dengan kondisi wilayah Serang pada masa Kesultanan Banten, ketika daerah tersebut dikenal sebagai kawasan persawahan produktif yang menopang pusat pemerintahan di Banten Lama, tepatnya di kawasan Teluk Banten.

Pada masa pemerintahan Sultan Maulana Yusuf, Sultan Banten kedua (1570–1580), wilayah Serang dikembangkan secara serius sebagai sentra pertanian. Masyarakat didorong membuka lahan-lahan baru untuk persawahan, disertai pembangunan saluran irigasi dan bendungan guna memastikan ketersediaan air.

Salah satu peninggalan penting dari kebijakan tersebut adalah danau buatan Tasik Ardi. Danau ini dibangun untuk mengairi sawah-sawah di sekitar ibukota Kesultanan Banten. Air Tasik Ardi dialirkan dari Sungai Cibanten melalui saluran khusus, lalu didistribusikan ke area persawahan di sekitarnya.

Seiring berjalannya waktu, kawasan Serang yang semula dikenal sebagai wilayah agraris mulai mengalami perubahan. Pada masa kolonial, daerah ini dilintasi Jalan Raya Pos yang dibangun pada era Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels. Setelah Kesultanan Banten dihapus oleh pemerintah kolonial Belanda, Serang berkembang menjadi kawasan perkotaan.

Perkembangan Serang sebagai pusat pemerintahan semakin nyata ketika Bupati Serang kedua, Agoes Rajak Raden Tumenggung Aria Djajakusumaningrat (1827–1840), memindahkan pusat pemerintahan dari Keraton Kaibon, Kasemen (Banten Lor), ke wilayah selatan dan mulai membangun Kota Serang. Pemindahan ini diikuti pembangunan berbagai sarana dan prasarana penunjang pemerintahan.

Selain itu, terdapat pendapat lain yang menyebutkan bahwa kata “Serang” berasal dari bahasa Jawa Banten, yakni “se-erang”, yang berarti sekelompok atau seikat. Penafsiran ini merujuk pada pola pemukiman awal masyarakat Serang yang berkelompok dan saling berdekatan, masing-masing terdiri dari puluhan rumah.

Pemukiman tertua yang kerap disebut dalam sejarah awal Kota Serang adalah Kampung Sayabulu, yang terletak di sebelah selatan Kampung Kaujon. Pada masa lalu, Kaujon dikenal sebagai salah satu pusat pemukiman utama di wilayah Serang.

Dua pendapat tersebut menunjukkan bahwa nama Serang lahir dari dinamika kehidupan masyarakatnya, baik sebagai kawasan pertanian maupun sebagai wilayah pemukiman yang terus berkembang hingga menjadi pusat pemerintahan seperti sekarang.

Find Us on Socials

TAGGED:asal usul namaBantensejarahSerang
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article INGAT! Ini Daftar Libur Nasional dan Hari Penting Bulan Januari 2025
Next Article Ada Peraturan Baru! Ini Daftar Saham Potensiap Masuk MSCI Mei 2026

Warta Terbaru

Bupati Serang Ratu Zakiyah Ajukan Penyertaan Modal Aset untuk PT BPR Serang
Bisnis News Pemerintahan Regional
Gempa Hari Ini Guncang Garut dan Pagaralam, BMKG Catat Magnitudo Terbesar 2,5
Nasional News Regional
Wali Kota Serang Pastikan SMPN 4 Tak Dipindah hingga 2029, Alumni Sampaikan Terima Kasih
News Pemerintahan Regional
ASDP Siapkan Operasi Salvage KMP Batumandi yang Tenggelam di Perairan Merak
Nasional News Peristiwa Regional

Baca Lainnya

Hukum & Kriminal

Kenalan Perempuan di Facebook, Pemuda di Kabupaten Serang Kehilangan Motor saat Kencan Pertama

Oktober 22, 2026
News

Keluhkan Air WTP Menghitam, Warga Serpong Lagoon Tangsel Rogoh Kocek Rp1,5 Juta untuk Air Bersih

Oktober 22, 2026
News

Kronologi Pajero Putih Tabrak Motor dan 2 Ruko di Lebak, 3 Orang Jadi Korban

Oktober 12, 2026
Bisnis

Technosoft Luncurkan Aplikasi AI Tata Warga dan One Partner untuk Layanan RT/RW

Oktober 12, 2026

Kategori

Artikel Bisnis Hukum & Kriminal Nasional News Parlemen Pemerintahan Peristiwa Politik Regional

Recent Post

  • Kenalan Perempuan di Facebook, Pemuda di Kabupaten Serang Kehilangan Motor saat Kencan Pertama
  • Keluhkan Air WTP Menghitam, Warga Serpong Lagoon Tangsel Rogoh Kocek Rp1,5 Juta untuk Air Bersih
kanalpublik.idkanalpublik.id
Follow US
© 2026 KanalPublik. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?