kanalpublik.idkanalpublik.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • REGIONAL
    • NASIONAL
  • POLITIK
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • BISNIS
  • ARTIKEL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • PERISTIWA
Reading: Keluhkan Air WTP Menghitam, Warga Serpong Lagoon Tangsel Rogoh Kocek Rp1,5 Juta untuk Air Bersih
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
kanalpublik.idkanalpublik.id
  • BERANDA
  • NEWS
  • POLITIK
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • BISNIS
  • ARTIKEL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • PERISTIWA
  • BERANDA
  • NEWS
    • REGIONAL
    • NASIONAL
  • POLITIK
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • BISNIS
  • ARTIKEL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • PERISTIWA
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 Kanal Publik - All Rights Reserved.
News

Keluhkan Air WTP Menghitam, Warga Serpong Lagoon Tangsel Rogoh Kocek Rp1,5 Juta untuk Air Bersih

Redaksi
Published: Oktober 22, 2026
Share
5 Min Read
SHARE
- Advertisement -

TANGERANG – Kualitas air dari instalasi pengolahan air atau water treatment plant (WTP) di Perumahan Serpong Lagoon, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dikeluhkan warga. Air yang terkadang berubah warna menjadi kuning hingga hitam membuat sebagian warga memilih membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Akibatnya, warga harus mengeluarkan biaya tambahan meski setiap bulan tetap membayar tagihan air yang digabung dengan iuran pemeliharaan lingkungan (IPL).

- Advertisement -
Ad image

Salah seorang warga Serpong Lagoon, Novi (41), mengaku pengeluaran tambahan untuk memenuhi kebutuhan air keluarganya bisa mencapai lebih dari Rp1 juta per bulan. Jika dihitung bersama kebutuhan gas rumah tangga, total pengeluarannya bahkan mendekati Rp1,5 juta.

Novi mengatakan, persoalan kualitas air tersebut sudah dirasakannya sejak pertama kali tinggal di perumahan itu pada 2016.

“Kadang hitam kalau yang parah banget. Kadang menguning,” ujar Novi saat ditemui di kediamannya, Kamis (22/10/2026).

Sejak awal tinggal di Serpong Lagoon, Novi mengaku tidak berani menggunakan air WTP untuk memasak maupun dikonsumsi. Ia hanya memanfaatkan air tersebut untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK).

Sementara itu, kebutuhan memasak, mencuci peralatan makan, dan minum keluarganya dipenuhi menggunakan air isi ulang maupun air kemasan.

Tagihan Air dan IPL Rp1 Juta, Warga Masih Beli Air Galon

Novi mengungkapkan, setiap bulan dirinya membayar tagihan gabungan air dan IPL sekitar Rp1 juta.

Meski telah membayar tagihan tersebut, ia tetap harus membeli air dari luar untuk memastikan kebutuhan keluarganya terpenuhi.

Ibu tiga anak yang membuka usaha katering itu mengatakan, dalam kondisi normal, keluarganya bisa menghabiskan empat hingga enam galon air setiap tiga hari.

Untuk kebutuhan memasak dan mencuci peralatan makan, Novi menggunakan air isi ulang yang dibeli seharga Rp7.000 per galon. Sementara untuk minum, keluarganya memilih air mineral kemasan dengan harga sekitar Rp23.000 per galon.

“Jadi buat cuci piring sama masak itu pakai air galon isi ulang, kalau minum kita pakai air mineral,” ucap Novi.

Pengeluaran tersebut semakin membebani keuangan rumah tangganya, terlebih setelah persoalan kualitas air di Serpong Lagoon menjadi sorotan.

Novi mengaku harus lebih berhati-hati dalam menggunakan air untuk kebutuhan keluarga, termasuk memastikan air yang dipakai mencuci peralatan makan berasal dari sumber yang dianggap aman.

“Jadi saya tuh sudah habis-habisan mas, ngeluarin uang ekstra banget buat air ini. Padahal kita udah bayar mahal buat WTP yang kalau digabung IPL sama air itu penagihannya Rp1 juta per bulan,” keluhnya.

Hasil Laboratorium Temukan Bakteri E. coli

Keluhan warga mengenai kualitas air WTP Serpong Lagoon semakin menjadi perhatian setelah hasil pemeriksaan laboratorium Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan dilaporkan menemukan kontaminasi bakteri Escherichia coli atau E. coli pada sampel air yang disalurkan kepada warga.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, kadar kontaminasi dilaporkan mencapai 955. Sementara itu, parameter E. coli dalam air yang memenuhi persyaratan kualitas air harus menunjukkan angka nol.

Air yang dikeluhkan warga tersebut dipasok melalui WTP Serpong Lagoon yang dikelola PT Arfa Putra Soegama.

Di tengah persoalan tersebut, warga juga menyoroti laporan ratusan penghuni perumahan yang mengalami muntah dan diare. Namun, hubungan langsung antara keluhan kesehatan tersebut dan kualitas air perlu dipastikan berdasarkan hasil pemeriksaan medis serta penyelidikan pihak berwenang.

Novi mengatakan, dua anaknya turut terdampak dalam persoalan kesehatan yang dialami warga. Kondisi tersebut membuatnya semakin berharap agar penanganan kualitas air segera dilakukan secara menyeluruh.

Warga Minta Kompensasi dan Solusi dari Pengelola WTP

Novi berharap pengelola WTP Serpong Lagoon memberikan pertanggungjawaban atas persoalan kualitas air yang dikeluhkan warga.

Salah satu tuntutannya adalah pembebasan biaya air selama masalah tersebut belum terselesaikan, mengingat warga masih harus mengeluarkan uang tambahan untuk membeli air bersih.

“Kalau bisa, semua digratisin air selama proses ini atau bagaimana, karena belum ada jawaban juga dari WTP,” ujarnya.

Selain meminta kompensasi, Novi berharap Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus mengawal penanganan persoalan tersebut hingga tuntas.

Ia tidak ingin keluhan kualitas air yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun kembali berlalu tanpa penyelesaian yang jelas.

“Pinginnya saya jangan kayak dulu-dulu, masalah air ini nguap gitu aja. Mudah-mudahan kali ini beneran ada solusi, karena sudah ratusan warga jadi korban sakit diare sampai harus dirawat karena air WTP,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak pengelola WTP Serpong Lagoon belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai keluhan kualitas air tersebut.

Saat dimintai tanggapan seusai agenda rapat bersama Pemerintah Kota Tangerang Selatan dan warga pada Rabu (21/10/2026), penanggung jawab operasional WTP Serpong Lagoon, Ahmad Yusuf, hanya memberikan jawaban singkat.

“No comment,” ujarnya sembari berjalan meninggalkan lokasi.

Find Us on Socials

TAGGED:bakteri Escherichia coliPerumahan Serpong LagoonTangerang Selatan
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Bupati Serang Ratu Zakiyah Ajukan Penyertaan Modal Aset untuk PT BPR Serang
Next Article Kenalan Perempuan di Facebook, Pemuda di Kabupaten Serang Kehilangan Motor saat Kencan Pertama

Warta Terbaru

Gempa Hari Ini Guncang Garut dan Pagaralam, BMKG Catat Magnitudo Terbesar 2,5
Nasional News Regional
Wali Kota Serang Pastikan SMPN 4 Tak Dipindah hingga 2029, Alumni Sampaikan Terima Kasih
News Pemerintahan Regional
ASDP Siapkan Operasi Salvage KMP Batumandi yang Tenggelam di Perairan Merak
Nasional News Peristiwa Regional
Perkuat Layanan Kebersihan, Pemkot Serang Tambah 10 Truk Sampah dan 3 Cator
News Pemerintahan

Baca Lainnya

Hukum & Kriminal

Kenalan Perempuan di Facebook, Pemuda di Kabupaten Serang Kehilangan Motor saat Kencan Pertama

Oktober 22, 2026
Bisnis

Bupati Serang Ratu Zakiyah Ajukan Penyertaan Modal Aset untuk PT BPR Serang

Oktober 22, 2026
News

DLH Kota Serang Pastikan Kualitas Air Sungai Cibanten Masih dalam Batas Wajar

Oktober 18, 2026
News

DLH Kota Serang Targetkan 250 Bank Sampah pada 2026

Oktober 15, 2026

Kategori

Artikel Bisnis Hukum & Kriminal Nasional News Parlemen Pemerintahan Peristiwa Politik Regional

Recent Post

  • Kenalan Perempuan di Facebook, Pemuda di Kabupaten Serang Kehilangan Motor saat Kencan Pertama
  • Keluhkan Air WTP Menghitam, Warga Serpong Lagoon Tangsel Rogoh Kocek Rp1,5 Juta untuk Air Bersih
kanalpublik.idkanalpublik.id
Follow US
© 2026 KanalPublik. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?