SERANG – Kawasan kumuh di wilayah Kota Serang masih banyak seluas 142,74 hektar yang tersebar di enam kecamatan.
Enam kecamatan itu Kecamatan Taktakan, Cipocok Jaya, Serang, Kasemen, Curug dan Walantaka.
Berdasarkan keterangan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Serang, tahun ini Pemkot Serang hanya melakukan penanganan kawasan kumuh di wilayah Kecamatan Taktakan dan Kasemen.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi menyampaikan Pemkot Serang berupaya penanganan kawasan kumuh melalui dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR).
”Tapi saya mencoba bagaimana menjadi skala prioritas, kita coba dari CSR,” katanya, Kamis (14/5/2026).
Ia menyebut keterbatasan anggaran Pemkot Serang harus menyusun pembangunan berdasarkan skala prioritas.
Karena itu, dukungan CSR dinilai menjadi salah satu solusi untuk membantu percepatan penataan lingkungan permukiman.
”Kita nanti percobaan satu menjadi kawasan yang menjadi prioritas nanti percobaan di 2027 di Kampung Margaluyu (kampung kumuh), kita coba menjadi kampung yang bersih,” ujar Budi.
Budi menjelaskan konsep CSR bukan berupa penyerahan uang kepada pemerintah daerah, melainkan pihak perusahaan langsung membangun fasilitas atau infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.
”CSR-nya ini biar enggak salah paham ya, orang menanggapi CSR itu dikasih duitnya ke kita, kita yang bangun. Bukan begitu, mereka yang bangun, bukan saya,” jelasnya.
”Kita siap terima hibahnya saja, terima fisiknya, kadang-kadang kan salah paham,” tambah Budi.
Budi mencontohkan bantuan CSR berupa ambulans dari PIK 2 serta pembangunan jalan di kawasan perumahan yang seluruh proses pembangunannya dilakukan langsung oleh pihak pemberi bantuan.
”Boleh tanya kepada yang memberikannya, bukan saya yang membangun, biar enggak salah paham,” pungkasnya. (ADV)
Wali Kota Serang Budi Rustandi Andalkan CSR Tangani Kawasan Kumuh
Tidak ada komentar
