kanalpublik.idkanalpublik.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • REGIONAL
    • NASIONAL
  • POLITIK
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • BISNIS
  • ARTIKEL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • PERISTIWA
Reading: Distan Lebak Catat 372 Hektare Sawah Kekeringan, Kalanganyar Paling Parah
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
kanalpublik.idkanalpublik.id
  • BERANDA
  • NEWS
  • POLITIK
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • BISNIS
  • ARTIKEL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • PERISTIWA
  • BERANDA
  • NEWS
    • REGIONAL
    • NASIONAL
  • POLITIK
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • BISNIS
  • ARTIKEL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • PERISTIWA
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 Kanal Publik - All Rights Reserved.
News

Distan Lebak Catat 372 Hektare Sawah Kekeringan, Kalanganyar Paling Parah

Redaksi
Published: Juli 19, 2026
Share
5 Min Read
SHARE
- Advertisement -

LEBAK – Dampak musim kemarau 2026 mulai dirasakan sektor pertanian di Kabupaten Lebak. Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak mencatat sedikitnya 372 hektare lahan sawah yang tersebar di tujuh kecamatan mulai mengalami kekeringan akibat menurunnya pasokan air hingga pertengahan Juli 2026.

Meski belum ditemukan kasus puso atau gagal panen total, kondisi tersebut menjadi sinyal kewaspadaan terhadap potensi penurunan produksi padi apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang.

- Advertisement -
Ad image

Data Dinas Pertanian periode 1–15 Juli 2026 menunjukkan lahan terdampak berada di Kecamatan Kalanganyar, Rangkasbitung, Cipanas, Cibadak, Muncang, Warunggunung, dan Maja.

Dari seluruh wilayah tersebut, Kecamatan Kalanganyar menjadi daerah dengan dampak kekeringan paling luas, yakni mencapai 227 hektare. Selanjutnya Kecamatan Cipanas dan Rangkasbitung masing-masing seluas 49 hektare, disusul Cibadak 21 hektare, Muncang 17 hektare, Maja lima hektare, dan Warunggunung empat hektare.

Kepala Bidang Produksi Pertanian Distan Kabupaten Lebak, Dodi Hermawan, mengatakan penurunan debit air mulai terlihat di sejumlah saluran irigasi tersier maupun sumber mata air yang selama ini menjadi andalan petani, khususnya di kawasan sawah tadah hujan.

Menurutnya, kondisi tersebut belum terjadi secara merata di seluruh wilayah, namun tren penurunan ketersediaan air mulai terlihat seiring meningkatnya intensitas musim kemarau.

“Sudah mulai terdampak. Penurunan debit air terlihat dari mulai berkurangnya pasokan air di saluran tersier dan sumber mata air di sejumlah kecamatan. Namun kondisi ini belum merata di seluruh wilayah,” ujar Dodi, Minggu (19/7/2026).

Hampir Separuh Sawah di Lebak Bergantung pada Curah Hujan

Distan mengungkapkan, berdasarkan data Baku Sawah Kabupaten Lebak Tahun 2025, luas lahan persawahan di daerah tersebut mencapai 52.033,1 hektare.

Dari jumlah tersebut, sekitar 21.088,2 hektare atau 40,5 persen merupakan sawah tadah hujan yang tidak memiliki jaringan irigasi teknis dan sepenuhnya mengandalkan curah hujan sebagai sumber air utama.

Besarnya proporsi sawah tadah hujan membuat Kabupaten Lebak memiliki tingkat kerentanan yang cukup tinggi terhadap musim kemarau berkepanjangan.

“Dengan demikian, sawah tadah hujan mencakup sekitar 40,5 persen dari total luas sawah di Kabupaten Lebak. Artinya, hampir separuh lahan sawah di Lebak sangat rentan terhadap kemarau panjang,” jelasnya.

Belum Ada Gagal Panen

Meski ratusan hektare sawah mulai mengalami kekeringan, Distan memastikan hingga kini belum menerima laporan adanya lahan yang mengalami puso.

Mayoritas lahan yang terdampak masih berada dalam kategori kerusakan ringan hingga sedang sehingga peluang penyelamatan tanaman padi masih terbuka.

Sebagai contoh, di Kecamatan Rangkasbitung terdapat 22 hektare sawah dengan tingkat kerusakan ringan, 17 hektare kategori sedang, dan 10 hektare kategori berat. Sementara di Kecamatan Kalanganyar, sebanyak 97 hektare mengalami kekeringan ringan dan 130 hektare masuk kategori sedang.

“Dari data yang ada, belum ada laporan puso atau gagal panen total. Sebagian besar sawah yang terdampak masih dalam kategori rusak ringan dan sedang, sehingga masih ada peluang untuk diselamatkan,” katanya.

Distan Distribusikan 74 Pompa Air

Untuk meminimalkan dampak kekeringan, Dinas Pertanian telah melakukan berbagai langkah mitigasi, mulai dari pompanisasi, pendampingan teknis kepada petani hingga pemantauan kondisi lapangan secara berkala.

Sebanyak 74 unit pompa air telah didistribusikan ke 28 kecamatan di Kabupaten Lebak. Namun jumlah tersebut dinilai belum mampu menjangkau seluruh lahan pertanian yang mulai mengalami kekeringan.

“Upaya penyelamatan sudah dilakukan melalui pompanisasi. Namun dari total 372 hektare yang terdampak, baru sebagian kecil yang mendapat intervensi pompa. Ini menjadi tantangan besar mengingat luas dampaknya cukup signifikan,” ungkap Dodi.

Kemarau Diprediksi Berisiko Jika Berlangsung Hingga September

Distan juga mengingatkan potensi perluasan kekeringan akan semakin besar apabila musim kemarau berlangsung hingga melewati September 2026.

Dengan lebih dari 21 ribu hektare sawah tadah hujan, risiko bertambahnya lahan yang mengalami kekeringan cukup tinggi apabila tidak diimbangi tambahan pasokan air maupun turunnya hujan dalam waktu dekat.

Karena itu, pemerintah meminta petani segera melaporkan kondisi lahan kepada Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) apabila mulai menemukan gejala kekeringan.

Petani juga diimbau menghemat penggunaan air, memanfaatkan pompa secara bergiliran, menggunakan varietas padi yang lebih tahan terhadap kondisi kering, serta menyesuaikan pola tanam dengan ketersediaan air di lapangan.

“Kepada para petani segera melapor ke petugas PPL setempat jika melihat gejala kekeringan. Optimalkan penggunaan air secara hemat dan bergilir, manfaatkan pompa air secara kolektif jika tersedia, gunakan varietas tahan kering, dan jangan memaksakan tanam jika debit air sangat minim,” pungkas Dodi.

Find Us on Socials

TAGGED:Distan Lebakkekeringanmusim kemarau
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Tak Lolos SPMB Kota Serang? DPRD Pastikan Sekolah Swasta Gratis Jadi Alternatif
Next Article Program Seragam Gratis Kota Serang Masuk Tahap Pengukuran, Produksi Segera Dimulai

Warta Terbaru

Bupati Serang Ratu Zakiyah Ajukan Penyertaan Modal Aset untuk PT BPR Serang
Bisnis News Pemerintahan Regional
Gempa Hari Ini Guncang Garut dan Pagaralam, BMKG Catat Magnitudo Terbesar 2,5
Nasional News Regional
Wali Kota Serang Pastikan SMPN 4 Tak Dipindah hingga 2029, Alumni Sampaikan Terima Kasih
News Pemerintahan Regional
ASDP Siapkan Operasi Salvage KMP Batumandi yang Tenggelam di Perairan Merak
Nasional News Peristiwa Regional

Baca Lainnya

Hukum & Kriminal

Kenalan Perempuan di Facebook, Pemuda di Kabupaten Serang Kehilangan Motor saat Kencan Pertama

Oktober 22, 2026
News

Keluhkan Air WTP Menghitam, Warga Serpong Lagoon Tangsel Rogoh Kocek Rp1,5 Juta untuk Air Bersih

Oktober 22, 2026
News

Perkuat Layanan Kebersihan, Pemkot Serang Tambah 10 Truk Sampah dan 3 Cator

Oktober 20, 2026
News

DLH Kota Serang Pastikan Kualitas Air Sungai Cibanten Masih dalam Batas Wajar

Oktober 18, 2026

Kategori

Artikel Bisnis Hukum & Kriminal Nasional News Parlemen Pemerintahan Peristiwa Politik Regional

Recent Post

  • Kenalan Perempuan di Facebook, Pemuda di Kabupaten Serang Kehilangan Motor saat Kencan Pertama
  • Keluhkan Air WTP Menghitam, Warga Serpong Lagoon Tangsel Rogoh Kocek Rp1,5 Juta untuk Air Bersih
kanalpublik.idkanalpublik.id
Follow US
© 2026 KanalPublik. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?