LEBAK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit yang berpotensi muncul selama musim kemarau 2026.
Selain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare dan demam berdarah dengue (DBD) menjadi dua penyakit yang dinilai berisiko meningkat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Lebak, Nining Tilawah, mengatakan berkurangnya ketersediaan air bersih saat musim kemarau dapat memicu meningkatnya kasus diare di tengah masyarakat.
Menurutnya, keterbatasan akses terhadap air bersih membuat risiko penggunaan air yang kurang higienis semakin tinggi, sehingga berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan.
“Kekeringan kan sumber air juga minim, jadi masyarakat akses ke air bersihnya mungkin kurang. Jadi potensi terjadi diare juga tinggi,” kata Nining, Jumat (7/8/2026).
DBD Tetap Mengintai Saat Musim Kemarau
Selain diare, Dinkes Kabupaten Lebak juga mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap ancaman demam berdarah dengue (DBD).
Nining menjelaskan, peningkatan kasus DBD dapat terjadi apabila masyarakat tidak menjaga kebersihan tempat penampungan air yang digunakan sehari-hari.
Ia menerangkan, nyamuk Aedes aegypti sebagai penyebab penularan DBD berkembang biak di genangan air bersih, berbeda dengan jenis nyamuk lain yang umumnya berkembang di air kotor.
Karena itu, bak mandi, tempat penampungan air, maupun wadah penyimpanan air lainnya harus rutin dibersihkan agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk.
“DBD juga bisa karena masyarakat tidak menguras bak air, sehingga menjadi tempat perindukan nyamuk Aedes aegypti. Itu juga harus diwaspadai,” ujarnya.
Terapkan PHBS dan Jaga Kebersihan Lingkungan
Dinkes Kabupaten Lebak mengajak masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) selama musim kemarau.
Masyarakat juga diimbau memastikan air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari maupun dikonsumsi tetap bersih agar risiko penyebaran penyakit dapat diminimalkan.
Selain itu, kebersihan lingkungan perlu terus dijaga dengan menguras tempat penampungan air secara berkala serta menghilangkan potensi genangan yang dapat menjadi sarang nyamuk.
“Yang penting masyarakat harus melakukan perilaku hidup bersih dan sehat saja,” ucap Nining.
Belum Ada Laporan Peningkatan Kasus
Meski mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, Dinkes Kabupaten Lebak memastikan hingga awal Agustus 2026 belum menerima laporan adanya peningkatan kasus penyakit yang berkaitan langsung dengan musim kemarau.
Nining menyebut kondisi kesehatan masyarakat di Kabupaten Lebak masih relatif aman dan terkendali.
“Alhamdulillah sejauh ini masih aman untuk masalah kesehatan. Itu saja hanya masalah dari air bersih saja,” pungkasnya.
Dinkes berharap masyarakat terus menjaga kebersihan diri dan lingkungan selama musim kemarau agar potensi penyebaran penyakit seperti diare, DBD, maupun ISPA dapat dicegah sejak dini.
