kanalpublik.idkanalpublik.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • REGIONAL
    • NASIONAL
  • POLITIK
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • BISNIS
  • ARTIKEL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • PERISTIWA
Reading: Dinkes Serang Tingkatkan Pelayanan Pembinaan dan Pemetaan Sarpras Alkes Puskesmas, Pustu, dan Labkes
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
kanalpublik.idkanalpublik.id
  • BERANDA
  • NEWS
  • POLITIK
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • BISNIS
  • ARTIKEL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • PERISTIWA
  • BERANDA
  • NEWS
    • REGIONAL
    • NASIONAL
  • POLITIK
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • BISNIS
  • ARTIKEL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • PERISTIWA
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 Kanal Publik - All Rights Reserved.
News

Dinkes Serang Tingkatkan Pelayanan Pembinaan dan Pemetaan Sarpras Alkes Puskesmas, Pustu, dan Labkes

Redaksi
Published: Mei 26, 2026
Share
4 Min Read
SHARE
- Advertisement -

SERANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang mulai membenahi pendataan sarana, prasarana, dan alat kesehatan (alkes) di seluruh puskesmas dan laboratorium kesehatan (Labkes) untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan melalui kegiatan pembinaan dan pemetaan sarana-prasarana kesehatan yang melibatkan kepala puskesmas, penanggung jawab aset, Inspektorat, hingga Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida).

- Advertisement -
Ad image

Kepala Dinkes Kabupaten Serang, dr Efrizal, mengatakan pembenahan data dilakukan karena pengajuan bantuan alat kesehatan ke Kementerian Kesehatan kini harus berbasis data yang valid dan terintegrasi dalam sistem ASPAK (Aplikasi Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan).

Kolaborasi Dinkes dan Puskesmas Tunjung Teja Hadirkan Dokter Spesialis, Tekan AKI, AKB, dan Stunting

“Kalau kita minta bantuan ke pusat sekarang harus berdasarkan data yang ada di sistem. Masalahnya, kadang di lapangan alat sudah rusak, tapi di sistem masih tercatat bagus,” kata Efrizal, saat ditemui usai kegiatan Pembinaan dan Pemetaan Sarana, Prasarana dan Alat Kesehatan di Puskesmas, Pustu dan Lebkesmas, di salah satu hotel, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, ketidaksesuaian data tersebut kerap menjadi kendala saat pemerintah daerah mengusulkan bantuan alat kesehatan ke pemerintah pusat.

Ia mencontohkan alat dental unit di sejumlah puskesmas yang secara sistem masih tercatat lengkap dan layak pakai, padahal kondisi di lapangan sebagian sudah rusak.

“Pusat hanya melihat sistem. Kalau di sistem barang masih bagus, pengajuan bantuan bisa ditolak. Padahal kenyataannya di lapangan berbeda,” ujarnya.

Karena itu, Dinkes Kabupaten Serang kini melibatkan Inspektorat dan Bapperida dalam proses verifikasi data agar kondisi sarana dan alat kesehatan benar-benar sesuai antara data administrasi dan kondisi nyata di lapangan.

Efrizal mengakui keterbatasan anggaran daerah serta menurunnya bantuan pusat membuat pemerintah daerah harus lebih cermat dalam menyusun perencanaan kebutuhan alat kesehatan.

Ia menyebut setiap puskesmas memiliki standar minimal 51 jenis alat kesehatan yang harus tersedia sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan.

“Melalui kegiatan ini kita ingin mendeteksi alat apa saja yang masih kurang di 31 puskesmas. Dengan data yang baik, perencanaan bantuan akan lebih terfokus,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Serang, dr Enik Utmawati, mengatakan kegiatan pembinaan dan pemetaan dilakukan selama dua hari dengan melibatkan sekitar 130 peserta.

Peserta terdiri dari kepala puskesmas, kepala tata usaha, penanggung jawab aset, pengelola barang, petugas ASPAK, hingga tim auditor dari Inspektorat dan verifikator Bapperida.

“Kegiatan ini bertujuan mengetahui kesenjangan sarana-prasarana dan alat kesehatan di puskesmas maupun Labkes agar bisa dibuat perencanaan pemenuhannya,” kata Enik.

Ia menjelaskan secara umum pemenuhan alat kesehatan di puskesmas dan laboratorium kesehatan di Kabupaten Serang sudah berada di atas 80 persen karena seluruh fasilitas kesehatan telah terakreditasi.

Namun, masih terdapat sejumlah alat penting yang belum tersedia atau mengalami kerusakan, salah satunya alat laboratorium pemeriksaan darah berupa fotometer.

“Beberapa puskesmas belum punya fotometer, ada juga yang alatnya rusak sehingga pelayanan pemeriksaan laboratorium menjadi terkendala,” ujarnya.

Enik menambahkan, pada 2025 pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan memiliki program pemenuhan alat kesehatan bernama SOPHI (Strengthening of Primary Healthcare in Indonesia) dan InPULS (Indonesia Public Laboratory System Strengthening).

Melalui program tersebut, pemerintah pusat akan membantu penyediaan 48 jenis alat kesehatan untuk puskesmas dan laboratorium kesehatan.

Namun, bantuan hanya dapat diberikan apabila daerah memenuhi sejumlah persyaratan, seperti kesiapan sumber daya manusia (SDM), ruang penyimpanan, hingga dukungan instalasi listrik.

“Pusat tidak akan memfasilitasi kalau SDM-nya tidak ada, ruangannya belum siap, atau listriknya tidak memadai. Jadi daerah tetap wajib menyiapkan sarpras pendukungnya,” jelas Enik.

Dinkes Kabupaten Serang berharap pembenahan data dan pemetaan kebutuhan alat kesehatan dapat mempercepat pengadaan sarana kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di seluruh puskesmas. (ADV)

Find Us on Socials

TAGGED:DinkesPemkab Serang
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Kemensos Bersama Pemkab Serang Gelar Layanan Sosial dan Kesehatan Gratis
Next Article Kontestasi Caketum BM PAN Dinilai Tunjukkan Kaderisasi Organisasi yang Matang

Warta Terbaru

Bupati Serang Ratu Zakiyah Ajukan Penyertaan Modal Aset untuk PT BPR Serang
Bisnis News Pemerintahan Regional
Gempa Hari Ini Guncang Garut dan Pagaralam, BMKG Catat Magnitudo Terbesar 2,5
Nasional News Regional
Wali Kota Serang Pastikan SMPN 4 Tak Dipindah hingga 2029, Alumni Sampaikan Terima Kasih
News Pemerintahan Regional
ASDP Siapkan Operasi Salvage KMP Batumandi yang Tenggelam di Perairan Merak
Nasional News Peristiwa Regional

Baca Lainnya

Hukum & Kriminal

Kenalan Perempuan di Facebook, Pemuda di Kabupaten Serang Kehilangan Motor saat Kencan Pertama

Oktober 22, 2026
News

Keluhkan Air WTP Menghitam, Warga Serpong Lagoon Tangsel Rogoh Kocek Rp1,5 Juta untuk Air Bersih

Oktober 22, 2026
News

Perkuat Layanan Kebersihan, Pemkot Serang Tambah 10 Truk Sampah dan 3 Cator

Oktober 20, 2026
News

DLH Kota Serang Pastikan Kualitas Air Sungai Cibanten Masih dalam Batas Wajar

Oktober 18, 2026

Kategori

Artikel Bisnis Hukum & Kriminal Nasional News Parlemen Pemerintahan Peristiwa Politik Regional

Recent Post

  • Kenalan Perempuan di Facebook, Pemuda di Kabupaten Serang Kehilangan Motor saat Kencan Pertama
  • Keluhkan Air WTP Menghitam, Warga Serpong Lagoon Tangsel Rogoh Kocek Rp1,5 Juta untuk Air Bersih
kanalpublik.idkanalpublik.id
Follow US
© 2026 KanalPublik. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?