kanalpublik.idkanalpublik.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • REGIONAL
    • NASIONAL
  • POLITIK
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • BISNIS
  • ARTIKEL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • PERISTIWA
Reading: Kolaborasi Dinkes dan Puskesmas Tunjung Teja Hadirkan Dokter Spesialis, Tekan AKI, AKB, dan Stunting
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
kanalpublik.idkanalpublik.id
  • BERANDA
  • NEWS
  • POLITIK
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • BISNIS
  • ARTIKEL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • PERISTIWA
  • BERANDA
  • NEWS
    • REGIONAL
    • NASIONAL
  • POLITIK
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMEN
  • BISNIS
  • ARTIKEL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • PERISTIWA
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 Kanal Publik - All Rights Reserved.
Artikel

Kolaborasi Dinkes dan Puskesmas Tunjung Teja Hadirkan Dokter Spesialis, Tekan AKI, AKB, dan Stunting

Redaksi
Published: Mei 22, 2026
Share
4 Min Read
SHARE
- Advertisement -

SERANG – Upaya menekan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), serta stunting terus diperkuat melalui kolaborasi layanan kesehatan di daerah.

Salah satunya dilakukan di Puskesmas Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Rabu (6/5/2026), dengan menghadirkan dokter spesialis langsung ke lokasi pelayanan.

- Advertisement -
Ad image

Kepala Puskesmas Tunjung Teja, Dedeh Muhtiarah, S.ST.Keb, mengatakan kegiatan tersebut merupakan sinergi antara Dinas Kesehatan dan puskesmas dalam memberikan layanan pemeriksaan bagi ibu hamil berisiko tinggi serta bayi dan balita yang mengalami masalah kesehatan, termasuk gangguan gizi.

Dalam kegiatan itu, masyarakat mendapat akses langsung ke dokter spesialis kandungan dan dokter spesialis anak. Langkah ini dinilai penting mengingat kondisi geografis Tunjung Teja yang relatif jauh dari fasilitas rumah sakit.

“Selama ini, akses menuju rumah sakit kerap menjadi kendala bagi ibu hamil yang membutuhkan penanganan lanjutan. Faktor transportasi hingga keterbatasan biaya sering menghambat pemeriksaan secara optimal,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran dokter spesialis di puskesmas memudahkan ibu hamil berisiko tinggi untuk mendapatkan pemeriksaan secara cepat dan tepat.

Begitu pula bayi dan balita dengan masalah kesehatan dapat segera ditangani tanpa harus menunggu rujukan.

Program layanan dokter spesialis ini tidak digelar setiap bulan di satu puskesmas, melainkan dilakukan secara bergiliran di seluruh wilayah di Kabupaten Serang.

Meski demikian, pelayanan dasar di Puskesmas Tunjung Teja tetap berjalan setiap hari. Pemeriksaan ibu hamil dan anak dilayani secara rutin oleh tenaga medis, termasuk dokter umum dan bidan.

Selain itu, upaya pencegahan stunting juga dilakukan melalui pemantauan langsung ke desa-desa.

“Tenaga gizi puskesmas secara berkala turun ke lapangan dua hingga tiga kali dalam sepekan untuk memantau kondisi anak-anak yang berisiko mengalami masalah gizi,” ujarnya.

Jika ditemukan kasus, pasien akan dirujuk ke puskesmas untuk pemeriksaan lanjutan. Apabila membutuhkan penanganan lebih lanjut, pasien akan dirujuk ke rumah sakit.

Upaya tersebut dinilai cukup efektif dalam menekan angka stunting. Namun, tantangan di lapangan masih cukup besar, terutama terkait tingkat pemahaman masyarakat.

“Tidak semua keluarga memiliki kesadaran yang sama terhadap pentingnya kesehatan ibu dan anak. Dalam beberapa kasus, perbedaan pemahaman antaranggota keluarga menjadi hambatan dalam penanganan,” katanya.

Selain itu, faktor ekonomi, pendidikan, dan akses transportasi juga turut memengaruhi keberhasilan program.

“Masih ditemukan masyarakat yang enggan membawa anak ke fasilitas kesehatan meski telah direkomendasikan tenaga medis,” ucapnya.

Karena itu, penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan saja. Diperlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari kader, pemerintah desa, hingga organisasi kemasyarakatan seperti PKK.

Kolaborasi lintas sektor juga terus diperkuat, termasuk dengan instansi lain seperti DP3AKB, dinas pertanian, serta pihak kecamatan.

Pendekatan ini dinilai penting karena penanganan stunting membutuhkan intervensi yang menyeluruh dan berkelanjutan.

“Upaya penurunan stunting tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan waktu, edukasi berkelanjutan, serta sinergi berbagai pihak agar hasil yang dicapai lebih optimal,” pungkasnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, diharapkan pelayanan kesehatan di wilayah seperti Tunjung Teja semakin merata, sekaligus mampu menekan angka kematian ibu, bayi, dan kasus stunting secara bertahap. (ADV)

Find Us on Socials

TAGGED:Dinkes Kabupaten SerangPuskesmas Tunjung Tejastunting
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article May Day 2026 di Cikande, Dinkes Serang Gelar Cek Kesehatan Gratis
Next Article Satu Tahun Kepemimpinan Bupati Serang, Dinsos Perkuat Program Prioritas untuk Kesejahteraan Masyarakat

Warta Terbaru

Bupati Serang Ratu Zakiyah Ajukan Penyertaan Modal Aset untuk PT BPR Serang
Bisnis News Pemerintahan Regional
Gempa Hari Ini Guncang Garut dan Pagaralam, BMKG Catat Magnitudo Terbesar 2,5
Nasional News Regional
Wali Kota Serang Pastikan SMPN 4 Tak Dipindah hingga 2029, Alumni Sampaikan Terima Kasih
News Pemerintahan Regional
ASDP Siapkan Operasi Salvage KMP Batumandi yang Tenggelam di Perairan Merak
Nasional News Peristiwa Regional

Baca Lainnya

Hukum & Kriminal

Kenalan Perempuan di Facebook, Pemuda di Kabupaten Serang Kehilangan Motor saat Kencan Pertama

Oktober 22, 2026
News

Keluhkan Air WTP Menghitam, Warga Serpong Lagoon Tangsel Rogoh Kocek Rp1,5 Juta untuk Air Bersih

Oktober 22, 2026
News

Perkuat Layanan Kebersihan, Pemkot Serang Tambah 10 Truk Sampah dan 3 Cator

Oktober 20, 2026
Artikel

PSEL Serang Raya Ditargetkan Groundbreaking Desember 2026

Oktober 19, 2026

Kategori

Artikel Bisnis Hukum & Kriminal Nasional News Parlemen Pemerintahan Peristiwa Politik Regional

Recent Post

  • Kenalan Perempuan di Facebook, Pemuda di Kabupaten Serang Kehilangan Motor saat Kencan Pertama
  • Keluhkan Air WTP Menghitam, Warga Serpong Lagoon Tangsel Rogoh Kocek Rp1,5 Juta untuk Air Bersih
kanalpublik.idkanalpublik.id
Follow US
© 2026 KanalPublik. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?