SERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang mendistribusikan air bersih kepada wilayah krisis air bersih dampak El Nino, salah satunya di Kampung Babadan RT006/RW002 Kelurahan Terumbu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten.
Air bersih didistribusikan ke warga sekitar pada Jumat (31/7/2026) yang dilaksanakan di depan halaman Makam Ki Buyut Beji.
Pantauan TribunBanten.com, warga sekitar berbondong-bondong membawa galon bahkan ember untuk mengambil air bersih di mobil tangki BPBD yang berkapasitas 5.000 liter.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, mengatakan pihaknya terus melakukan pendistribusian air bersih ke wilayah terdampak kekeringan akibat fenomena El Nino yang diperkirakan masih berlangsung hingga Januari mendatang.
“Kita lakukan upaya-upaya darurat untuk memenuhi kebutuhan air bersih ke masyarakat. Hari ini saja kita distribusikan 2 kali 5.000 liter di wilayah Terumbu, dan insya Allah ini continue atau bergilir,” ujarnya.
Ia menyampaikan distribusi air bersih dilakukan berdasarkan permohonan dari kelurahan maupun laporan masyarakat yang masuk ke BPBD.
Seluruh layanan tersebut diberikan tanpa dipungut biaya.
“Air bersih ini gratis dari PT SBS melalui program CSR. Sementara untuk operasional pengiriman dan pelayanan langsung ke masyarakat ditangani penuh oleh BPBD,” kata Diat.
Diat memastikan ketersediaan pasokan air bersih dari pihak mitra dalam kondisi aman sehingga kebutuhan masyarakat dapat terus terpenuhi selama masa kekeringan berlangsung.
BPBD mengimbau masyarakat yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih agar segera mengajukan permohonan bantuan.
Warga dapat mengakses layanan melalui dua jalur.
Pertama, melaporkan kondisi kekeringan kepada pengurus RT/RW atau pihak kelurahan agar dibuatkan surat permohonan resmi kepada BPBD Kota Serang.
Kedua, masyarakat dapat menyampaikan laporan secara langsung melalui media sosial resmi BPBD Kota Serang di Facebook dan Instagram, WhatsApp BPBD, maupun layanan darurat Pemerintah Kota Serang melalui call center 112.
“Bisa laporan ke unsur wilayah, bisa juga ke kanal-kanal BPBD ke Facebook, Ig, WA, atau ke layanan Pemkot 112. Pasti kita layani,” jelas Diat.
Hingga saat ini, BPBD mencatat baru dua kelurahan yang telah mengajukan bantuan air bersih, yakni Kelurahan Bendung dan Kelurahan Terumbu.
“Sejauh ini baru dua kelurahan, yaitu Kelurahan Bendung dan Kelurahan Terumbu. Di Kelurahan Bendung ada sekitar 5 sampai 6 titik, sedangkan di Terumbu baru satu titik. Mudah-mudahan tidak bertambah,” ucapnya.
Diat menuturkan kekeringan terjadi karena menurunnya debit air dari Bendung Pamarayan sehingga pasokan air ke saluran sekunder dan tersier berkurang.
Kondisi tersebut diperparah dengan keterbatasan sumber air tanah karena sebagian besar wilayah memiliki air sumur yang cenderung asin dan tidak layak dikonsumsi.
“Upaya pemerintah itu mengembangkan jaringan PDAB air bersih untuk masyarakat. Hanya saja mungkin ke wilayah ini belum terjangkau dan itu terus dilakukan oleh Perumdam,” pungkas Diat.
