Jumlah Kerbau di Kota Serang Terus Bertambah, Capai 1.087 Ekor hingga Juni 2026

Redaksi
By Redaksi
3 Min Read

SERANG – Populasi ternak kerbau di Kota Serang menunjukkan tren pertumbuhan positif.

Berdasarkan data terbaru Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Serang, jumlah kerbau hingga Juni 2026 mencapai 1.087 ekor, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan tersebut memperlihatkan bahwa populasi kerbau di Kota Serang terus bertambah dalam tiga tahun terakhir.

Pada 2024 tercatat sebanyak 1.069 ekor, kemudian meningkat menjadi 1.081 ekor pada 2025, dan kembali bertambah menjadi 1.087 ekor hingga Juni 2026.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DKP3 Kota Serang, Handriyan Mungin, mengatakan peningkatan populasi kerbau terjadi secara bertahap setiap tahun.

Menurutnya, tren kenaikan tersebut menunjukkan bahwa peternakan kerbau di Kota Serang masih berkembang dengan baik meski pertumbuhannya tidak terlalu signifikan.

“Populasi kerbau di Kota Serang dari tahun 2024 sampai 2026 mengalami kenaikan. Tahun 2024 sebanyak 1.069 ekor, kemudian naik menjadi 1.081 ekor pada 2025, dan hingga Juni 2026 mencapai 1.087 ekor,” ujar Handriyan, Rabu (5/8/2026).

Kecamatan Kasemen Jadi Sentra Populasi Kerbau Kota Serang

DKP3 mencatat Kecamatan Kasemen masih menjadi wilayah dengan populasi kerbau terbesar di Kota Serang.

Hingga Juni 2026, jumlah kerbau di Kecamatan Kasemen mencapai 277 ekor, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat lebih dari 255 ekor.

Handriyan menjelaskan, tingginya populasi kerbau di wilayah tersebut tidak terlepas dari kondisi geografis Kasemen yang masih didominasi area persawahan luas.

Menurutnya, bentang alam tersebut menjadi habitat yang sesuai dengan karakteristik kerbau yang membutuhkan ruang terbuka serta area berlumpur untuk berkubang.

“Kasemen memiliki hamparan sawah yang masih luas. Kerbau memiliki kebiasaan berkubang sehingga tidak bisa dipelihara terus-menerus di dalam kandang seperti sapi,” katanya.

Sistem Penggembalaan Jadi Faktor Pendukung

Berbeda dengan sapi yang umumnya dipelihara secara intensif di kandang, pemeliharaan kerbau di Kota Serang masih mengandalkan sistem penggembalaan.

Kerbau dibiarkan mencari pakan di lahan persawahan maupun padang rumput, sehingga memiliki ruang bergerak yang lebih luas sesuai dengan perilaku alaminya.

Menurut Handriyan, metode pemeliharaan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan populasi kerbau di Kota Serang.

“Pemeliharaan kerbau umumnya dilakukan dengan cara digembalakan. Karena sifatnya suka berkubang dan menjelajah, wilayah yang memiliki persawahan luas seperti Kasemen sangat mendukung perkembangan populasinya,” ujarnya.

DKP3 Kota Serang berharap tren peningkatan populasi kerbau dapat terus dipertahankan melalui pengelolaan peternakan yang baik, dukungan kesehatan hewan, serta keberlanjutan lahan penggembalaan yang menjadi habitat utama ternak kerbau di daerah tersebut.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *