SERANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang menyiapkan pembangunan enam depo sampah untuk memperkuat pengelolaan persampahan sekaligus mengurangi titik-titik pembuangan sampah liar di sejumlah wilayah.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (PSL B3) DLH Kota Serang, Arief Syahrul, mengatakan pembangunan depo sampah menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pelayanan persampahan di Kota Serang.
Rencananya, enam depo sampah akan dibangun di sejumlah lokasi.
Beberapa titik yang tengah didorong antara lain Umbul Tengah, Parung, Penancangan, Walantaka, dan Curug.
Keberadaan depo tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi salah satu sarana pendukung pengelolaan sampah di tingkat wilayah.
Selain mengurangi pembuangan sampah sembarangan, depo juga diharapkan dapat memperkuat pengawasan serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah.
Namun, rencana pembangunan depo sampah tersebut masih dalam tahap koordinasi.
DLH perlu memastikan status aset lahan di lokasi yang diusulkan serta memenuhi persetujuan lingkungan sebelum pembangunan dapat direalisasikan.
Rencana pembangunan depo ini dilakukan di tengah masih terbatasnya sarana pengangkutan sampah di Kota Serang.
Saat ini, DLH hanya memiliki sekitar 33 unit truk, sementara kebutuhan ideal untuk melayani seluruh wilayah mencapai sekitar 105 unit.
“Kalau berdasarkan kebutuhan pelayanan seluruh wilayah, idealnya sekitar 105 unit truk,” kata Arief, Kamis (8/10/2026).
Keterbatasan armada tersebut membuat cakupan pelayanan persampahan di Kota Serang saat ini baru mencapai sekitar 79 persen.
Sebanyak 33 unit truk harus melayani 67 kelurahan yang tersebar di enam kecamatan.
“Armada yang ada harus dibagi untuk melayani seluruh wilayah, termasuk Kasemen, Curug, Walantaka dan wilayah lainnya,” ujarnya.
Di sisi lain, jumlah penduduk Kota Serang yang mencapai sekitar 754 ribu jiwa menghasilkan timbulan sampah dalam jumlah besar.
Berdasarkan perhitungan DLH, timbulan sampah dari masyarakat diperkirakan mencapai lebih dari 50 ton per hari.
Sementara itu, volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cilowong mencapai sekitar 330 hingga lebih dari 400 ton per hari.
Arief menegaskan, pembangunan depo sampah serta penambahan sarana dan prasarana persampahan diperlukan untuk memperluas cakupan pelayanan dan meningkatkan pengelolaan sampah di Kota Serang. (ADV)
DLH Kota Serang Siapkan Enam Depo Sampah, Tekan Titik Pembuangan Liar
