SERANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang memastikan kualitas air Sungai Cibanten berdasarkan hasil pemantauan berkala masih berada dalam batas wajar berdasarkan parameter lingkungan yang diuji.
Pemantauan dilakukan setiap bulan di tiga titik aliran sungai, yakni Gelam, Kidemang, dan Angsana.
Kepala DLH Kota Serang, Farach Richi, mengatakan pemantauan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk mengetahui kondisi kualitas air sekaligus menjaga kelestarian lingkungan sungai.
DLH Kota Serang secara rutin melakukan pengujian terhadap sejumlah parameter kualitas air di ketiga titik tersebut.
Hasil pengujian menjadi dasar untuk memantau kondisi sungai dan mendukung upaya pengendalian pencemaran lingkungan.
”Parameter-parameter yang digunakan itu sejauh ini masih dalam wajar dan bisa digunakan oleh masyarakat, tapi jangan diminum,” ungkap Farach, Minggu (18/10/2026).
Meski hasil pemantauan menunjukkan parameter kualitas air masih dalam batas wajar, masyarakat tetap diimbau untuk tidak mengonsumsi air Sungai Cibanten secara langsung.
Pengawasan terhadap kualitas air juga akan terus dilakukan guna mengantisipasi potensi pencemaran yang dapat berdampak terhadap lingkungan dan aktivitas warga di sekitar sungai.
Selain pemantauan kualitas air, DLH Kota Serang juga terus mengoptimalkan program Rabu Bersih dengan melibatkan warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai.
Kegiatan tersebut bertujuan menjaga kebersihan aliran sungai sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Pemerintah daerah juga tengah menyiapkan langkah strategis untuk menekan kebiasaan membuang sampah sembarangan ke sungai.
Salah satunya melalui rencana penarikan retribusi pelayanan sampah bagi rumah tangga yang berada di dekat sempadan sungai agar pengangkutan sampah lebih terorganisasi.
”Pemerintah berencana menarik retribusi pelayanan sampah di rumah-rumah yang berada di dekat sempadan sungai. Langkah ini diambil agar pengangkutan sampah menjadi lebih terorganisasi, sekaligus mencegah warga membuang sampah langsung ke sungai,” ujarnya.
Farach menegaskan, upaya menjaga kualitas air Sungai Cibanten tidak hanya bergantung pada pemantauan pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
Karena itu, DLH Kota Serang akan terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi mengenai pengelolaan sampah serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Ia berharap masyarakat mulai membangun kesadaran dari lingkungan rumah tangga, termasuk memilah dan mengolah sampah sebelum dibuang, serta mematuhi ketentuan pembayaran iuran pelayanan sampah.
”Kami mengajak masyarakat untuk mulai memilah dan mengolah sampah dari rumah, tertib dalam membayar iuran sampah, serta bersama-sama menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap kebersihan Kota Serang,” tandasnya. (Adv)
DLH Kota Serang Pastikan Kualitas Air Sungai Cibanten Masih dalam Batas Wajar
