JAKARTA – Debat kandidat Calon Ketua Umum (Caketum) Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) yang akan digelar pada 21 Juni 2026 di Theater Bulungan, Jakarta Selatan, diproyeksikan menjadi ajang penting untuk menguji kapasitas kepemimpinan para kandidat sebelum Kongres VII BM PAN berlangsung.
Sekretaris Dewan Kehormatan BM PAN, Iswari Mukhtar, menegaskan bahwa debat kandidat bukan sekadar agenda seremonial organisasi, melainkan instrumen penting dalam proses seleksi calon pemimpin yang akan menentukan arah organisasi ke depan.
Menurut Iswari, terdapat tiga aspek utama yang akan menjadi fokus penilaian dalam debat tersebut, yakni visi dan misi kandidat, kemampuan membangun kepemimpinan yang solid, serta rekam jejak selama berkiprah di organisasi.
“Debat ini merupakan instrumen filtrasi kepemimpinan yang sangat penting. Kader dapat melihat secara langsung kualitas gagasan, kemampuan memimpin, serta integritas masing-masing calon,” ujar Iswari Mukhtar.
Sebanyak enam kandidat telah ditetapkan oleh Panitia Pemilihan Kongres VII BM PAN untuk mengikuti kontestasi pemilihan ketua umum.
Mereka adalah Mitra Fakhruddin, Riyan Hidayat, Husmaluddin, Slamet Ariyadi, Maulana Agam, dan Mora Harahap.
Dalam debat nanti, para kandidat akan diuji terkait sejauh mana pemahaman mereka terhadap tantangan organisasi di masa depan.
Visi dan misi yang ditawarkan diharapkan tidak hanya inovatif, tetapi juga realistis serta mampu menjawab kebutuhan kader dan perkembangan zaman.
Selain itu, kemampuan merumuskan strategi kepemimpinan juga akan menjadi sorotan. Ketua umum terpilih nantinya dituntut mampu menjaga soliditas organisasi, merangkul berbagai kelompok kader, serta membangun kebersamaan dalam menjalankan roda organisasi.
“Pemimpin BM PAN ke depan harus mampu menyatukan perbedaan dan memperkuat soliditas organisasi. Kepemimpinan yang tegas namun tetap mengedepankan semangat kebersamaan menjadi kebutuhan utama saat ini,” katanya.
Aspek lain yang tak kalah penting adalah rekam jejak para kandidat. Debat akan menjadi ruang bagi setiap calon untuk menunjukkan kontribusi, integritas, loyalitas, serta pengalaman mereka selama berkiprah di BM PAN maupun PAN.
Menurut Iswari, rekam jejak yang baik menjadi salah satu modal utama bagi kandidat untuk mendapatkan kepercayaan dari para pemilih dalam Kongres VII BM PAN.
Ia juga mengajak seluruh kader dan pengurus BM PAN dari berbagai daerah untuk aktif mengikuti jalannya debat serta memberikan penilaian secara objektif terhadap seluruh kandidat.
“Debat ini adalah potret demokrasi internal BM PAN yang sehat. Kami berharap seluruh kader dapat memanfaatkan momentum ini untuk menilai para kandidat secara rasional demi memilih pemimpin terbaik yang mampu membawa BM PAN semakin maju, berwibawa, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” pungkasnya
