TANGSEL – Gubernur Banten Andra Soni mengunjungi kediaman keluarga Donald Husni, jurnalis freelance asal Kota Tangerang Selatan yang hingga kini masih dinyatakan hilang pasca insiden kapal Arupadhatu 1 di perairan Selat Sunda.
Kunjungan berlangsung di rumah keluarga Donald Husni di kawasan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Jumat (25/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Andra Soni memastikan Pemerintah Provinsi Banten akan terus memberikan dukungan dan pendampingan kepada keluarga korban.
Berdasarkan pantauan TribunBanten.com, Andra Soni tiba sekitar pukul 09.30 WIB didampingi sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Banten serta jajaran Pemerintah Kota Tangerang Selatan, termasuk Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie.
Kedatangan rombongan disambut langsung oleh istri, ibu, dan anggota keluarga Donald Husni. Pertemuan berlangsung tertutup selama kurang lebih satu jam.
Dalam pertemuan tersebut, Andra menyampaikan perkembangan terbaru terkait upaya pencarian Donald Husni dan kru kapal Arupadhatu 1 lainnya yang hingga kini belum ditemukan.
Menurut Andra, pemerintah berkomitmen untuk terus menindaklanjuti setiap informasi baru yang berpotensi mengarah pada keberadaan para korban hilang.
“Di Posko SAR saya sudah menyampaikan kepada keluarga, setiap ada perkembangan dan informasi baru, akan langsung kami sampaikan kepada keluarga,” kata Andra Soni.
Ia menjelaskan, meski operasi pencarian dan pertolongan (SAR) resmi dihentikan setelah berlangsung selama 10 hari, koordinasi dan pemantauan informasi masih terus dilakukan.
Pemerintah bersama instansi terkait tetap membuka jalur komunikasi dan menyebarkan informasi kepada kapal-kapal yang melintas di area pencarian, termasuk hingga wilayah perairan Bengkulu.
“Broadcast kepada kapal-kapal yang melintas di jalur tersebut masih terus dilakukan. Bahkan sampai ke Bengkulu. Jika ada informasi baru, tentu akan langsung kami tindak lanjuti,” ujarnya.
Selain membahas perkembangan pencarian, Andra juga memastikan pemerintah tetap memberikan perhatian terhadap kondisi keluarga korban, termasuk kebutuhan psikologis dan pendidikan anak.
Menurutnya, pendampingan tidak hanya berfokus pada proses pencarian, tetapi juga memastikan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan dukungan yang dibutuhkan.
“Kami ingin memastikan kebutuhan keluarga, baik dari sisi mental, psikologis maupun pendidikan anak-anaknya, dapat ditindaklanjuti dengan baik,” ungkapnya.
Meski demikian, Andra tidak merinci bentuk bantuan yang telah maupun akan diberikan kepada keluarga Donald Husni. Ia menilai hal tersebut merupakan bagian dari penghormatan terhadap privasi keluarga.
“Kami tidak ingin menyampaikan secara detail terkait bantuan yang diberikan. Ini bagian dari penghormatan kepada keluarga,” katanya.
Andra menegaskan, Pemerintah Provinsi Banten akan terus mendampingi keluarga Donald Husni dan korban lainnya meskipun operasi SAR telah resmi dihentikan.
“Kami akan terus mendampingi dan memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan keluarga,” tuturnya.
Diketahui, Donald Husni merupakan satu dari tujuh orang yang masih hilang setelah kapal Arupadhatu 1 mengalami musibah saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026.

